Thursday, April 4, 2019

Woman War

April 04, 2019 0 Comments
Perang pendapat antara wanita karier dan ibu rumah tangga nampaknya tetap menjadi topik yang hangat untuk dibahas.

Meskipun banyak penjelasan posituf untuk menetralisir kedua kubu, nampaknya jika masyarakat secara umum belum merubah mindset, bahwa semua ibu itu bekerja, hanya ranahnya yang beda. Ranah publik (luar rumah) dan ranah domestik (di dalam rumah).


Bekerja di ranah publik, bukan alasan menjadi lebih hebat. Bahkan mereka kehilangan banyak waktu untuk membersamai anak-anaknya tumbuh dan berkembang.

Bekerja di ranah domestik pun tak perlu sungkan, atau merasa tidak memiliki profesi. Justru profesi sebagai ibu profesional adalah sebuah tantangan besar dalam membangun peradaban.

Setiap pilihan melahirkan konsekuensi yang harus dihadapi. Yuk, stop woman war yang mendebatkan ranah profesi sebagai ibu!


Semua wanita hebat dalam peran dan profesi yang dipilih masing-masing!





#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day11

The Power of Emakers

April 04, 2019 0 Comments
KLIK, sebuah project sosial Ibu Profesional Semarang yang terfokus pada kampanye antibullying serta anti pornografi untuk anak-anak usia SD.

Volunteer KLIK yang kami sepakati dengan sebutan SQUAD tepat di hari isra mi'raj 3 April 2019 berkumpul dan belajar bersama tentang "Public Speaking".



The power of emakers, suasana belajar memang tak seperti kelas formal pada umumnya. Datang lengkap dengan buntutnya adalah suatu hal yang sudah biasa dalam event offline IP Semarang.

Belajar bersama tetap menyenangkan, dan lebih menenangkan karena buntut (baca : anak-anak) ikut serta sehingga tidak ada kekawatiran meninggalkan amanah-Nya.

KLIK gagasan IP Semarang ini pun benar-benar mengandalkan the power of emakers saat ini, semoga kelak bisa berkolaborasi dengan pihak lain sehingga semarak antibullying ini menggema di semua penjuru!

Kemampuan Public Speaking yang baik menjadi dasar para Sauad KLIK dalam menyampaikan materi campaign sekaligus sebagai persiapan lebih mapan dalam rangka menjalin kerjasama dengan pihak lain.

Seru bercampur riweh benar-benar tak mengurangi makna serta kehangatan dan semangat kami. Tambah sendu saat salah satu pasangan Squad mengabadikan momen belajar kami. Haru, ples hati membiru. Antara baper dan memang perut udah mulai laper!

#note :
proud of my wife bukan kalimat untuk aku loh ya, tapi buat salah satu squad nih (Mba Lia).  Suaminya meng"klik" momen belajar kami, dan menambahkan caption mengharukan.

MasyaAllah... Sekali lagi, aku punya alasan bersyukur hari ini. Bertemu mereka, belajar bersama serta memperkokoh pondasi visi misi KLIK.

Semoga Allah ridho dan mudahkan niat baik kami. Aamiiin.


#KLIK
#IPSemarang
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day2

Wednesday, April 3, 2019

Atas Izin-Nya

April 03, 2019 0 Comments
Reunian dengan sahabat solihaku memang gak gampang. Bagaimana tidak kalau domisili kami berjauhan, bahkan kini ada yang sudah stay di luar kota.

Rencana-rencana manusia memang bisa dengan mudah tergagalkan jika Allah belum mengizinkan. Alhasil, kami dengan kesibukan dan aktivitas masing-masing sangat sulit untuk sepakat kapan waktu yang tepat untuk berkumpul dan bercengkrama dalam obrolan yang menambah taat. Taat pada Rabb kami tentunya.

Tapi Sabtu 30 Maret 2019, Allah berkehendak lain. Tanpa direncanakan sama sekali oleh kami, justru DIA perkenankan kami berjumpa, berpelukan mesra bahkan bertukar cerita dalam sebuah majelis yang DIA suka.




MasyaAllah... Nikmat manalagi yang bisa aku dustakan, dipertemukan dengan sahabat solihaku dalam ruang dan waktu yang dicintai Allah juga, majelis taklim!

Subhanallah wal hamdulillah ....
Segala puji bagi-Nya yang atas izin-Nya kami terkumpul kembali dalam kemesraan nuansa ukhrowi.



#majelisHati
#sisterfillah
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day1

Sama Sama Ngajar

April 03, 2019 0 Comments


"Nak, bunda minta izin malam ini kerja boleh ya?"

"Kerja pake laptop ya Bunda?" Si Lula menjawab pertanyaanku dengan balik bertanya.

"He em, bunda mau jadi guru dulu, pake laptop ngajarnya. Kerjanya dari rumah aja kok. Lula tau guru kan?"



"Boleh deh kalo di laptop aja. Lula juga mau jadi bu guru ya, bunda."

"Emangnya bisa? Muridnya nanti siapa hayo?"

"Bisa dooooong! Nanti Lula mau ngajarin bebek, leo, hello kity sama dino belajar mewarnai."

"Oh gitu, jadi bu guru Lula ya."

"Hihihi..." Dia tertawa riang dan segera menata murid-muridnya duduk berjajar rapi. Aku terkekeh dibuatnya.

Tak lama, dia juga menyiapkan seperangkat alat perang (baca : buku bergambar dan crayon). Dengan gaya bahasa ala guru (nampaknya dia mengingat betul saat kami bermain bersama karena Lula belum sekolah, tapi kami sering bermain peran menjadi guru-murid, dokter-pasien, penjual-pembeli dan sebagainya).



"Jadi Leo, ini yellow!" Katanya sembari menunjukkan crayon warna kuning ke boneka singa yang dia beri nama Leo.

Aku terkekeh sekali lagi mendengarkan celotehan si guru kecil itu.

Alhamdulillah, komunikasi produktif terbangun antara kami, sehingga terjalin kesepakatan saat diriku harus menjalankan amanah berbagi di kelas online IP Non Asia yang ingin berdiskusi seputar "Self Editing", Lula pun tidak keberatan jam bermain bersamanya aku "nyambi" ngoceh virtual di WA Grup Rumbel Literasi IP Non Asia.

Pengalaman silaturahmi yang hangat dan mengikat, serta mendapat restu dari si buah hati benar-benar jadi salah satu poin yang aku syukuri hari ini.

Alhamdulillah ....
Terimakasih Ya Rabb, Engkau berikan dan izinkan hamba berbagi dengan raga tetap bisa membersamai dan mengawasi si kecil belajar dan bermain. Nikmat mana lagi yang bisa aku dustakan?

Komprod pada anak benar-benar efektif jika melakukannya dengan tulus dan penuh kejujuran. Insyaallah anak menjadi lebih mengerti apa saja kesibukan kita dan bisa diajak kompromi terkait waktu dan sebagainya.

Jazzakumullah khoiron katsiro untuk IP'ers Non Asia yang sudah mengundang dan dengan hangat menyambut serta antusias berbagi pengalaman malam ini...



#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day3

Instruksi Singkat

April 03, 2019 0 Comments



"Bun, besok kakak jadi nobar lo!"

"Ohya, bunda udah dapat infonya dari bu Titin. Ya udah, kita langsung beli jajan buat sangu kakak besok ya."

***

Keesokan harinya, seperti biasa, anak-anak memang udah ada rutinitas harian, sejak bangun tidur lalu salat Subuh,dan kegiatan rumahan sudah terjadwal. Tapi karena bagi kakak, hari ini adalah hari yang tidak biasa (baca : kakak dan teman-teman sekelasnya akan nobar, tidak ada pelajaran di sekolah, mereka akan bertualang naik BRT ke bioskop rame-rame beserta guru kelas) jadi kakak nampak hectic dengan persiapannya sendiri, hingga "lupa" tugas hariannya.

"Hmm ... hayooo, kakak jam segini harusnya ngapain?"

"Duh, kakak lupa Bun. Ngerjain apa dulu ya?"

"Ya udah, bantu nyapu lantai dulu aja."

"Abis nyapu ngapain?" bukannya segera ambil sapu, dia malah bertanya.

"Kakak udah nyapu memangnya? sapunya mana? kakak nyapu dulu, nah, abis nyapu, nanti baru ngerjain yang lain lagi. nanti lupa lo, bingung lo kalau bunda ngomongnya banyak-banyak."

"Hehehehe... iya, Bun."


Dia nampak have fun dengan sapunya, lalu sesekali melirik jadwal yang kutempel di almari buku. Membacanya sekilas, lalu mengerjakan hal lain. Tapi ada yang terlewat ternyata,saat semua sudah siap dan tinggal berangkat ke sekolah.

"Nah, kalau abis pakai sepatu, rak sepatunya minta tolong diberesin dong Kak. Kan udah disapu kakak, masa berantakan."

"Oh iya Bun," jawabnya sambil meringis.



Komunikasi produktif ke anak, untuk menyampaikan instruksi memang harus sepotong-sepotong. Beri kesempatan pada anak untuk berpikir dan menyelesaikan instruksi pertama dulu, baru kemudian sampaikan instruksi berikutnya.

Hal ini akan membantu otak anak juga sehingga tidak bingung atau pun stress dini, akibat terlalu banyak instruksi yang harus dia kerjakan.



#hari6
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day10

AKU BISA SENDIRI!

April 03, 2019 0 Comments

Riweh pagi-pagi itu udah biasa yess untuk genk emakers.  Mulai dari memfoward speaker masjid saat subuh (baca : oprak-oprak krucils bangun dan subuhan juga), siapin sarapan, bekal makan siang, sampai urusan kamar mandi.

Sebelumnya, Shahia yang sekarang udah kelas 1 SD, masih selalu butuh bantuan untuk sekadar make dasi, atau benerin ikat pinggang. Qodarullah untuk urusan mandi, pakai seragam, nyiapin buku pelajaran sampai urusan ikat rambut, pakai inner kerudung dan kemudian menutup kepalanya dengan kerudung, dia udah bisa mandiri. Alhamdulillah...

Keceriwisan darinya adalah saat pasang dasi atau ikat pinggang.

"Bunda, tolongin...."

"Nak, Shahia coba sendiri dulu deh, sini Bunda kasih tau caranya."

"Hmm.. gitu ya."

"Gimana? Mudah kan? Dulu Shahia juga belum bisa kancingin baju, tapi karena belajar lalu jadi bisa. Bener kan? Nah, kalau mau belajar, InsyaAllah pasti bisa. Tidak bisa itu tidak ada, Nak. Yang ada itu ga mau coba, ga mau belajar, sampai kapan pun juga ga akan bisa."

"Oke deh Shahia coba sendiri!"

"Eeeiittss jangan lupa, baca apa dulu?"

"Bismillaaaah...."

"Karena yang membuat bisa itu Allah, jadi harus minta pada-Nya dulu ya Nak, untuk dimudahkan Allah. Yang tadinya belum bisa menjadii......"

"Menjadi bisaaaaa Bunda!"

Aku tersenyum dan hanya sesekali memerhatikan dia sibuk memasang ikat pinggangnya. Dan yaaaap!! Berhasil...

"Bundaaaaa, Shahia bisaaaaa!! Alhamdulillah!"


Dan akupun legaaa...
Alhamdulillah...




#hari5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day9

Bunda Gak Adil!!

April 03, 2019 0 Comments

"Bun, kenapa sih kalau minta tolong ke Kakak dan Shahia, mesti banyakan Kakak!" Sulungku protes.

"Maksud Kak Aksan gimana?"

"Kalau libur sekolah gini kan pasti kita kerjasama, ngerjain tugas-tugas rumah. Kakak sama Shahia juga angkatin jemuran sama lipetin jemuran. Kenapa sih Shahia selalu Bunda minta lipetin yang kecil-kecil doang? Kalo kakak, lipetin baju yang besar-besar terus juga lebih banyak? Bunda gak adil!" Aksan dengan nada sewot, nampaknya dia mulai gelisah dengan pembagian tugas rumahan yang dia rasa tidak adil baginya.

"Oke, jadi kakak merasa bunda ga adil gitu?"

Dengan wajah masam, dia menganggukkan kepalanya. Aku berdehem, menarik napas panjang. Sebenarnya aku berpikir bagaimana caranya menjelaskan pada si kakak. Lalu, di tumpukan pakaian yang baru diangkat dari jemuran, aku melihat sepasang gamis pink. Yang satu milik Shahia, anak keduaku. Dan satu lagi milik Nayura, anak bungsuku. Aku ambil dua gamis anak itu, lalu kuhamparkan di lantai.

Aksan dan Shahia nampak bingung melihat apa yang aku lakukan. Lalu aku menunjuk kedua gamis itu sambil berkata pada keduanya, terutama si Kakak.

"Gamisnya sama ga Kak?"

"Sama apanya? Warnanya? Kalau warnanya ya sama, pink. Bunda kan sengaja beliin kembaran Shahia sama Nayura," jawabnya.

"That's right! Memang sama warnanya, Sayang. Modelnya juga sama persis. Ukurannya sama juga ga?" tanyaku.

"Beda lah Bun! Punya Shahia lebih besar, punya Nayura lebih kecil," Shahia ikut nyeletuk.

"Ah, itu kakak juga tau," Aksan masih sewot merespon adiknya.

"Menurut kakak, bunda adil gak? Beliin baju Shahia dan Nayura, ukurannya beda? Kok ga sama sekalian ukurannya?" Aku masih fokus dengan Aksan.

"Ya adil lah. Masa kalau dibeliin ukurannya sama, kalau ukuran Shahia, Nayura kebesaran. Kalau ukuran Nayura, Shahia yang kekecilan. Ya memang harusnya belinya ukurannya beda." Aksan menjawab dengan lugas.

"Nah, adil itu demikian, Nak. Memberikan sesuatu sesuai dengan ukurannya. Kakak nglipet baju lebih besar dan lebih banyak, karena memang kakak juga lebih besar dari Shahia. Seperti halnya baju adek-adek kakak tadi. Warnanya sama, modelnya juga sama, tapi ukurannya beda, sesuai dengan usia dan ukuran badan mereka. Justru kalau bunda beliin yang sama semuanya, bunda ga adil, karena hanya salah satu yang bisa make bajunya, sedangkan yang lainnya ga bisa make karena ga sesuai dengan ukurannya. Jadi, kakak masih bilang Bunda enggak adil?"

"Ga Bun, kakak paham. Kakak minta maaf ya Bun."

Seketika langsung aku hujani dia dengan Peluk dan ciuman hangat. Kedua adiknya pun tersenyum, dan kurengkuh ketiganya dalam pelukanku.

Alhamdulillah ... hari ini anakku belajar "konsep adil". Semoga dia benar-benar memahami dan bisa menerapkannya dalam kesehariannya. Aamiin....



#hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day8