Thursday, April 4, 2019

SHARING IS CARING!

April 04, 2019 0 Comments
BERBAGI. Sebuah kata yang terdengar simpel, umum dan seolah menjadi simbol "kedermawanan". Bahkan tak jarang, anak-anak dipaksa untuk berbagi agar terkesan "berakhlak" baik. Padahal, bagi anak-anak usia 0-7 tahun, "berbagi" adalah bukan hal yang sederhana. Mereka sedang berada di fase egosentris yang memang secara fitrah akan berusaha mempertahankan "kepemilikan", "keakuan" sehingga "berbagi" menjadi momok yang seolah merenggut sesuatu yang mereka genggam dan nikmati.

Lalu bagaimana menanamkan konsep bahwa berbagi itu adalah hal yang terpuji? Bagaimana menumbuhkan empati sejak dini? Fase egosentris memang harus dipenuhi, anak-anak tidak boleh dipaksa berbagi di range usia tersebut. Dilema bukan? Di sisi lain ingin mengajarkan konsep empati, tapi di sisi lain mempertahankan supaya anak puas di fase ego sentrisnya juga adalah hal penting.

Yap! Mengenalkan konsep kepemilikan adalah jawaban yang kupahami bisa menjadi jembatan solusi untuk dilema ini. Nayura dan Shahia yang masih sama-sama berada di fase ego sentris, tetap aku usahakan terpuaskan "keakuan"-nya, tidak kupaksa berbagi, melainkan mengenalkan bahwa setiap benda ada pemiliknya. Sehingga, saat ingin memakai barang yang bukan milik sendiri, harus meminta izin terlebih dahulu kepada empunya.

Siang ini, mereka sepakat membeli "jajan" yang berbeda saat kami berbelanja di sebuah mini market. Lalu dengan jelas, aku mulai menegaskan kepada keduanya.

"Jadi yang ini punya Kak Shahia? Dan yang ini punya Lula?" tanyaku sambil menunjuk masing-masing "jajanan" dalam sebuah kantung plastik.

"Iya, Bunda.. Yang biru punya Shahia. Yang merah punya Lula." Shahia menjawab cepat.

"Oke, diingat ya punya masing-masing. Kalau kepengen cobain punya Lula, kak Shahia harus ngapain hayo?"

"Izin dulu, Bun! Bilang sama adek, kakak bole minta atau gak."

"Nah, kalau adek ga bole gimana?"

"Ya udah, Shahia makan punya Shahia sendiri aja. Tapi besok kalau beli jajan lagi, Shahia mau beli yang kaya punya Lula ya, Bun. Yang warna merah."

"Oke, boleh. Janji ya, sudah punya jajan masing-masing, kalau mau nyicipin jajan yang bukan punya sendiri, harus izin dulu. Adek ngerti? Setuju ya... Janji yaa, yang akur yaa.."

"Oke, Bunda." Mereka berseru hampir bersamaan, lalu tertawa.

Tak kusangka, dengan menjelaskan konsep kepemilikan, justru mereka bisa berbagi dengan bahagia. Nampak akur dan ceria, saling nyicipin jajanan satu dengan yang lainnya. Lalu berceloteh tentang "rasa" dari jajanan yang sedang dia kunyah.

Aku tersenyum lega. Alhamdulillah ... terima kasih ya Rabb, Engkau lembutkan hati mereka untuk mendengar penjelasanku. Engkau telah mudahkan ingatan mereka untuk memahami apa yang aku katakan.


#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day13

GOOD MORNING

April 04, 2019 0 Comments
"Good morning, Bunda." Sapaan ceria dari si gadis kecil berusia 7 tahun itu membuatku tersentak.


"Good morning juga anak soliha bunda. Wwwiih tumben nih, sapa paginya pake bahasa Inggris segala. Kenapa ya ..." Sedilikku sambil mencolek pipinya.

"Shahia tu tiba-tiba inget sama Kak Imane, Bun. Dulu, pas Kak Imane tinggal sama kita, kalau pagi, kak Imane bangun tidur selalu bilang good morning sambil meluk Bunda. Shahia kangen deh sama Kak Imane. Kak Imane tu tinggal di mana, Bun? Shahia kok lupa. Di sana jam berapa ya Bun?"

"Eeehh iya ya, kita udah agak lama gak ngobrol dengan Kak Imane di WA dan video call. Kak Imane tinggal di Paris, Sayang. Paris dengan Semarang bedanya 5 jam. Lebih cepat kita, jadi kalau sekarang jam 6 pagi di sini, di tempat Kak Imane masih jam 1 pagi."

"Ooh gitu ya, Kak Imane pasti masih bobok ya Bun. Nanti aja kita WA Kak Imane ya."

"Oke siap! Sekarang anak soliha bunda siap-siap berangkat ke sekolah yuk. Mandi, pakai baju muslim, nanti Bunda foto dan dikirim ke Kak Imane."

"Siap, Bunda!"

***

Imane Tazi, mahasiswi salah satu Universitas di Perancis, muslimah asal Maroko ini pernah tinggal bersama kami selama 1,5 bulan.

Kak Imane, begitu anak-anak memanggil anak angkatku ini. Menjadi orang tua angkat untuk mahasiswi asing selama dia ada project di Semarang adalah pengalaman yang menyenangkan. Selain meluweskan conversation bagiku, anak-anak juga bisa belajar banyak dari Imane. Bukan hanya belajar praktik bahasa Inggris, tapi juga budaya mereka. 

Kami banyak bertukar cerita, Imane tidak hanya bercerita tentang kebiasaan orang-orang Perancis, tapi dia juga banyak bercerita tentang tradisi dan budaya Maroko. Termasuk makanan khas, pakaian khas dan sebagainya.

Dan salah satunya adalah kebiasaan menyapa "Good Morning" saat bangun pagi, keluar dari kamar dan menemui anggota keluarga lain, Imane dengan hangat akan menyapa serta memeluk dan mencium kami.

Ah, anakku bercerita pengalamannya pagi ini dengan bahasa yang sederhana. Tapi aku yakin, memori tentang Imane tak sesederhana "good morning" yang dia ucapkan. Alhamdulillah, persaudaraan kami tetap hangat, meski Imane berada di belahan bumi lain.









#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day12

***

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Woman War

April 04, 2019 0 Comments
Perang pendapat antara wanita karier dan ibu rumah tangga nampaknya tetap menjadi topik yang hangat untuk dibahas.

Meskipun banyak penjelasan posituf untuk menetralisir kedua kubu, nampaknya jika masyarakat secara umum belum merubah mindset, bahwa semua ibu itu bekerja, hanya ranahnya yang beda. Ranah publik (luar rumah) dan ranah domestik (di dalam rumah).


Bekerja di ranah publik, bukan alasan menjadi lebih hebat. Bahkan mereka kehilangan banyak waktu untuk membersamai anak-anaknya tumbuh dan berkembang.

Bekerja di ranah domestik pun tak perlu sungkan, atau merasa tidak memiliki profesi. Justru profesi sebagai ibu profesional adalah sebuah tantangan besar dalam membangun peradaban.

Setiap pilihan melahirkan konsekuensi yang harus dihadapi. Yuk, stop woman war yang mendebatkan ranah profesi sebagai ibu!


Semua wanita hebat dalam peran dan profesi yang dipilih masing-masing!





#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day11

The Power of Emakers

April 04, 2019 0 Comments
KLIK, sebuah project sosial Ibu Profesional Semarang yang terfokus pada kampanye antibullying serta anti pornografi untuk anak-anak usia SD.

Volunteer KLIK yang kami sepakati dengan sebutan SQUAD tepat di hari isra mi'raj 3 April 2019 berkumpul dan belajar bersama tentang "Public Speaking".



The power of emakers, suasana belajar memang tak seperti kelas formal pada umumnya. Datang lengkap dengan buntutnya adalah suatu hal yang sudah biasa dalam event offline IP Semarang.

Belajar bersama tetap menyenangkan, dan lebih menenangkan karena buntut (baca : anak-anak) ikut serta sehingga tidak ada kekawatiran meninggalkan amanah-Nya.

KLIK gagasan IP Semarang ini pun benar-benar mengandalkan the power of emakers saat ini, semoga kelak bisa berkolaborasi dengan pihak lain sehingga semarak antibullying ini menggema di semua penjuru!

Kemampuan Public Speaking yang baik menjadi dasar para Sauad KLIK dalam menyampaikan materi campaign sekaligus sebagai persiapan lebih mapan dalam rangka menjalin kerjasama dengan pihak lain.

Seru bercampur riweh benar-benar tak mengurangi makna serta kehangatan dan semangat kami. Tambah sendu saat salah satu pasangan Squad mengabadikan momen belajar kami. Haru, ples hati membiru. Antara baper dan memang perut udah mulai laper!

#note :
proud of my wife bukan kalimat untuk aku loh ya, tapi buat salah satu squad nih (Mba Lia).  Suaminya meng"klik" momen belajar kami, dan menambahkan caption mengharukan.

MasyaAllah... Sekali lagi, aku punya alasan bersyukur hari ini. Bertemu mereka, belajar bersama serta memperkokoh pondasi visi misi KLIK.

Semoga Allah ridho dan mudahkan niat baik kami. Aamiiin.


#KLIK
#IPSemarang
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day2

Wednesday, April 3, 2019

Atas Izin-Nya

April 03, 2019 0 Comments
Reunian dengan sahabat solihaku memang gak gampang. Bagaimana tidak kalau domisili kami berjauhan, bahkan kini ada yang sudah stay di luar kota.

Rencana-rencana manusia memang bisa dengan mudah tergagalkan jika Allah belum mengizinkan. Alhasil, kami dengan kesibukan dan aktivitas masing-masing sangat sulit untuk sepakat kapan waktu yang tepat untuk berkumpul dan bercengkrama dalam obrolan yang menambah taat. Taat pada Rabb kami tentunya.

Tapi Sabtu 30 Maret 2019, Allah berkehendak lain. Tanpa direncanakan sama sekali oleh kami, justru DIA perkenankan kami berjumpa, berpelukan mesra bahkan bertukar cerita dalam sebuah majelis yang DIA suka.




MasyaAllah... Nikmat manalagi yang bisa aku dustakan, dipertemukan dengan sahabat solihaku dalam ruang dan waktu yang dicintai Allah juga, majelis taklim!

Subhanallah wal hamdulillah ....
Segala puji bagi-Nya yang atas izin-Nya kami terkumpul kembali dalam kemesraan nuansa ukhrowi.



#majelisHati
#sisterfillah
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day1

Sama Sama Ngajar

April 03, 2019 0 Comments


"Nak, bunda minta izin malam ini kerja boleh ya?"

"Kerja pake laptop ya Bunda?" Si Lula menjawab pertanyaanku dengan balik bertanya.

"He em, bunda mau jadi guru dulu, pake laptop ngajarnya. Kerjanya dari rumah aja kok. Lula tau guru kan?"



"Boleh deh kalo di laptop aja. Lula juga mau jadi bu guru ya, bunda."

"Emangnya bisa? Muridnya nanti siapa hayo?"

"Bisa dooooong! Nanti Lula mau ngajarin bebek, leo, hello kity sama dino belajar mewarnai."

"Oh gitu, jadi bu guru Lula ya."

"Hihihi..." Dia tertawa riang dan segera menata murid-muridnya duduk berjajar rapi. Aku terkekeh dibuatnya.

Tak lama, dia juga menyiapkan seperangkat alat perang (baca : buku bergambar dan crayon). Dengan gaya bahasa ala guru (nampaknya dia mengingat betul saat kami bermain bersama karena Lula belum sekolah, tapi kami sering bermain peran menjadi guru-murid, dokter-pasien, penjual-pembeli dan sebagainya).



"Jadi Leo, ini yellow!" Katanya sembari menunjukkan crayon warna kuning ke boneka singa yang dia beri nama Leo.

Aku terkekeh sekali lagi mendengarkan celotehan si guru kecil itu.

Alhamdulillah, komunikasi produktif terbangun antara kami, sehingga terjalin kesepakatan saat diriku harus menjalankan amanah berbagi di kelas online IP Non Asia yang ingin berdiskusi seputar "Self Editing", Lula pun tidak keberatan jam bermain bersamanya aku "nyambi" ngoceh virtual di WA Grup Rumbel Literasi IP Non Asia.

Pengalaman silaturahmi yang hangat dan mengikat, serta mendapat restu dari si buah hati benar-benar jadi salah satu poin yang aku syukuri hari ini.

Alhamdulillah ....
Terimakasih Ya Rabb, Engkau berikan dan izinkan hamba berbagi dengan raga tetap bisa membersamai dan mengawasi si kecil belajar dan bermain. Nikmat mana lagi yang bisa aku dustakan?

Komprod pada anak benar-benar efektif jika melakukannya dengan tulus dan penuh kejujuran. Insyaallah anak menjadi lebih mengerti apa saja kesibukan kita dan bisa diajak kompromi terkait waktu dan sebagainya.

Jazzakumullah khoiron katsiro untuk IP'ers Non Asia yang sudah mengundang dan dengan hangat menyambut serta antusias berbagi pengalaman malam ini...



#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day3

Instruksi Singkat

April 03, 2019 0 Comments



"Bun, besok kakak jadi nobar lo!"

"Ohya, bunda udah dapat infonya dari bu Titin. Ya udah, kita langsung beli jajan buat sangu kakak besok ya."

***

Keesokan harinya, seperti biasa, anak-anak memang udah ada rutinitas harian, sejak bangun tidur lalu salat Subuh,dan kegiatan rumahan sudah terjadwal. Tapi karena bagi kakak, hari ini adalah hari yang tidak biasa (baca : kakak dan teman-teman sekelasnya akan nobar, tidak ada pelajaran di sekolah, mereka akan bertualang naik BRT ke bioskop rame-rame beserta guru kelas) jadi kakak nampak hectic dengan persiapannya sendiri, hingga "lupa" tugas hariannya.

"Hmm ... hayooo, kakak jam segini harusnya ngapain?"

"Duh, kakak lupa Bun. Ngerjain apa dulu ya?"

"Ya udah, bantu nyapu lantai dulu aja."

"Abis nyapu ngapain?" bukannya segera ambil sapu, dia malah bertanya.

"Kakak udah nyapu memangnya? sapunya mana? kakak nyapu dulu, nah, abis nyapu, nanti baru ngerjain yang lain lagi. nanti lupa lo, bingung lo kalau bunda ngomongnya banyak-banyak."

"Hehehehe... iya, Bun."


Dia nampak have fun dengan sapunya, lalu sesekali melirik jadwal yang kutempel di almari buku. Membacanya sekilas, lalu mengerjakan hal lain. Tapi ada yang terlewat ternyata,saat semua sudah siap dan tinggal berangkat ke sekolah.

"Nah, kalau abis pakai sepatu, rak sepatunya minta tolong diberesin dong Kak. Kan udah disapu kakak, masa berantakan."

"Oh iya Bun," jawabnya sambil meringis.



Komunikasi produktif ke anak, untuk menyampaikan instruksi memang harus sepotong-sepotong. Beri kesempatan pada anak untuk berpikir dan menyelesaikan instruksi pertama dulu, baru kemudian sampaikan instruksi berikutnya.

Hal ini akan membantu otak anak juga sehingga tidak bingung atau pun stress dini, akibat terlalu banyak instruksi yang harus dia kerjakan.



#hari6
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional
#HessaKartika
#kelasmenulisonline
#kelompokF4
#saskia
#day10